Minggu, 19 Januari 2014
On 22.30 by Unknown No comments
KEPEMIMPINAN
DALAM
ORGANISASI KOPERASI
Koperasi adalah saka
guru atau tiang utama penyangga ekonomi rakyat banyak. Saka guru
akan kuat jika peran serta anggotanya benar-benar berfungsi secara aktif dan
kreatif.Organisasi Koperasi merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang bisnis
(ekonomi) yang pembentukkannya secara esensi didasarkan pada self
help (menolong dirisendiri) melalui kesamaan (solidaritas), effort (usaha)
dan individualitas, dalam menjalankan organisasi dan perusahaan Koperasi.
A. PENGERTIAN
KOPERASI
Bagi Masyarakat
Indonesia, Koperasi sudah tidak asing lagi, karena kita sudah merasakan jasa
Koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat. Secara
harfiah Koperasi yang berasal dari bahasa Inggris Coperation terdiri dari dua
suku kata : Co yang berarti bersama, Operation =
bekerja. Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk kerja sama dapat
disebut koperasi.
Pengertian pengertian
pokok tentang Koperasi :
1) Merupakan
perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan
tujuan yang sama.
2) Menggabungkan
diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama
sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.
3) Kerugian
dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
4) Pengawasan
dilakukan oleh anggota.
5) Mempunyai
sifat saling tolong menolong.
6) Membayar
sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi
anggota.
1. Prinsip
Koperasi
(UU No. 25 tahun 1992
tentang perkoperasian indonesia)
a. Keanggotaanya
sukarela dan terbuka
Yang
keanggotaanya bersifat sukarela terbuka bagi semua orang yang bersedia
mengunakan jasa jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan tanpa
membedakan gender.
b. Pengawasan
oleh anggota secara Demokratis
Anggota yang
secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki laki dan
perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada
rapat anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama
(satu anggota satu suara). Pada tingkatan lain koperasi juga dikelola secara demokratis.
c. Partisipasi
anggota dalam kegiatan ekonomi
Anggota menyetorkan
modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian
dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal
diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua
tujuan seperti di bawah ini :
- Mengembangkan
koperasi, Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu
tidak dapat dibagikan.
- Dibagikan
kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan trnsaksi mereka dengan koperasi.
- Mendukung
kegiatan lainnya yang disepakati dalam rapat anggota.
2. Jenis
- Jenis Koperasi
Jenis koperasi
didasrkan pada kesamaan usaha atau kepentingan ekonomi anggotanya. Dasar untuk
menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan
ekonomi anggotanya. Jenisnya adalah :
1.) Koperasi
Produsen.
Koperasi produsen beranggotakan
orang orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan
keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya
produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya.
Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah
Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.
2.) Koperasi
Konsumen
Koperasi konsumen
beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan
keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang
atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contoh : Koperasi Simpan
Pinjam, koperasi serba usaha (konsumen).
B. PENGERTIAN
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah
kemampuan seseorang untuk memperoleh pengikut. Pemimpin pada dasarnya adalah
orang yang mampu menggerakan sumberdaya (terutama manusia) untuk bekerja
bersama untuk mencapai tujuan.
Kemampuan seorang
pemimpin dibuktikan pertama dari bagaimana dia mampu meyakinkan orang-orang
yang dipimpinya untuk memahami visi dan misi organisi untuk kemudian mau
bersama-sama mengupayakan tujuan organisasi tersebut. Seorang pemimpin berbeda
dengan manajer. Pemimpin mempunyai kekuasaan atas pengikutnya bukan karena jabatanya
tetapi karena kemampuan personality. Sikap, tingkah laku yang kemudian
memunculkan wibawa.
Pemimpin inilah yang
mendorong dan menggerakan orang lain agar mau bekerja sama mencapai tujuan yang
telah ditentukan. Fungsi ini penting, sebab bagaimana pun juga baiknya
perencanaan, tertibnya organisasi dan tepatnya penempatan orang dalam
organisasi, belum berarti menjamin geraknya organisasi menuju sasaran dan
tujuan. untuk itu diperlukan kecakapan,keulatan,pengalaman dan kesabaran.
·
Tipe kepemimpinan ada 6 jenis yaitu:
1) Kepemimpinan
pribadi /personal leadership
yaitu tipe seorang
pemimpin yang selalu mengadakan hubungan langsung dengan anggotannya
2) Kepemimpinan
non pribadi / non personal leadership
yaitu kebalikan tipe
kepemimpinan pribadi, tetapi melalui jenjang / hierarchie organisasi yang sudah
ditentukan.
3) Kepempmpinan
otoriter
yaitu tipe pemimpin
yang menanggap kepemimpinan adalah hak pribadinya, orang lain tidak ikut campur
sehingga setiap perintahnya tidak perlu mendapat konsultasi dari pengikut –
pengikutnya. pemimpin berkuasa penuh, para pengikut tidak mendapat kesempatan
mengemukakan pendapat.
4) Kepemimpinan
yang demokratis
yaitu tipe pemimpin
yang selalu menerima dan menghargai saran, pendapat, nasihat dari pengikutnya.
5) Kepemimpinan
yang kebapaan / paternalistis
yaitu tipe pemimpin
yang bertindak sebagai ayah,pengasuh,pembimbing dan pelindung dari
pengikut-pengikutnya. kelemahannya adalah sulit memberikan kepercayaan/tanggung
jawab secara penuh dan ada rasa khawatir tidak berhasil.
6) Kepemimpinan
bebas,apa maunya/ laissez faire
yaitu tipe
kepemimpinan yang menonjolkan kebebasan, artinya pemimpin kurang menonjol dalam
pemimpin pengikutnya dan diserahkan sepenuhnya kepada pengikutnya untuk
memecahkan persoalan dan tanggungjawabnya.menyerahkan sepenuhnya kepada
bawahannya.
C. KEPEMIMPINAN
DALAM KOPERASI
Di atas telah
disinggung mengenai koperasi dan kepemimpinan, "Apa kunci sukses
koperasi?". Ada banyak jawaban yang bisa diberikan. Tapi saya ingin
menyampaikan satu hal yang pokok, bahwa kunci sukses utama dalam sebuah
koperasi ada pada kepemimpinan.
Pada tahap awal pendirian dan
pengembangannya, koperasi sangat memerlukan seorang pemimpin yang mampu menjadi
motor penggerak, pembina yang mengarahkan pada prinsip-prinsip koperasi yang
sesungguhnya, pemberani yang mampu melakukan terobosan usaha baru bahkan untuk
sesuatu yang sangat mustahil sekalipun, tegar dan konsisten dalam melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya.
Sangat penting
menempatkan kedudukan pemimpin dalam sebuah koperasi. Kepemimpinan koperasi
dilakukan secara kolektif oleh pengurus. Seorang ketua dalam kepengurusan
koperasi bukanlah pemimpin yang memiliki hak-hak yang lebih tinggi. Dia adalah orang pertama diantara yang sama, dan
bertindak sebagai koordinator.Pada tahap selanjutnya, perlu terus dilakukan
kaderisasi anggota dan pemimpin yang dapat menguatkan dan melangsungkan
kehidupan koperasi
·
Untuk membangun koperasi sebagai badan usaha yang
kuat, sehat dan mandiri, diperlukan Pemimpin yang :
1) Mampu meningkatkan efektifitas
organisasi dan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan kopersinya.
Organisasi yang efektif dan sehat memiliki ciri-ciri :
- adanya
kepercayaan,
- keterbukaan,
- iklim
yang mendukung.
Organisasi koperasi
yang efektif mampu menumbuhkan kesadaran dan kegairahan anggotanya untuk tetap
setia kepaa koperasi dan berpartisipasi aktif; dapat meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap koperasi; dan mampu melahirkan kader-kader koperasi yang
berkualitas melalui pendidikan. Efektifitas dan efisiensi adalah persyaratan
suksesnya organisasi koperasi.
2) Berjiwa enterpreneur
(wirausaha)
Untuk memanfaatkan peluang,
menerobos rintangan, meningkatkan efisiensi dan meningkatkan operasional
bisnis, diperlukan pengurus yang berjiwa wirausaha. 3) Menghayati
aspirasi koperasi
Untuk mengendalikan organisasi
koperasi agar tetap jalan lurus atau tidak menyimpang dari ”rel koperasi”,
pengurus harus mampu menghayati aspirasi koperasi.
4) Membiasakan
meningkatkan kualitas diri
Untuk membangun koperasi, tidak
hanya diperlukan dukungan keuangan dan manajemen, tapi juga dukungan keilmuan.
Untuk itu, pengurus selalu dituntut untuk meningkatkan kualitas dirinya
dibidang ilmu dan teknologi.
5) Memiliki
nilai-nilai dasar kepemimpinan yang kuat
Antara lain
jujur, solidaritas yang tinggi, terbuka serta bertanggung jawab.
6) Visioner
dan berorientasi ke masa depan
Mampu membangun
impian mengenai bisnis di masa depan.
7) Mampu
mewujudkan efisiensi serta menerapkan kaidah-kaidah penghematan dalam koperasi.
8) Mampu
mendorong kekuatan/aliansi strategik/jaringan usaha guna memperbesar kapasitas bisnis koperasi.
Pemimpin koperasi yang ideal seperti tersebut di atas
dapat diciptakan melalui pendidikan, pengalaman dan pembinaan yang
berkesinambungan.
·
Kualifikasi Pemimpin Koperasi
Salah satu
persyaratan minimum dalam pembentukan dan berlangsungnya kegiatan organisasi
Koperasi adalah harus adanya pemimpin, yaitu orang-orang
yang siap dan dapat bekerja untuk mengintegrasikan keinginan-keinginan
maupun kebutuhan anggota Koperasi, memotivasi dan mengorganisir
kelompok serta mengarahkan kegiatan-kegiatannya agar dapat mencapai sasaran dan
organisasi Koperasi.
Pemilihan Pemimpin
Koperasi harus berkaitan dengan criteria khusus untuk memilih seseorang sebagai
berikut.
1) Kemauan
untuk bekerja bagi kepentingan semua anggota.
2) Kemampuan
untuk bekerja di organisasi.
3) Pengetahuan
tentang masalah-masalah ekonomi.
4) Kesiapan
untuk bekerja atas dasar kehormatan, bukan untuk mencari keuntungan.
Kamis, 05 Desember 2013
On 22.45 by Unknown No comments
SEJARAH KFC INDONESIA
PT. fastfood Indonesia tbk. Adalah
pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia.
Didirikan oleh Gelael group pada tahun
1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh
Waralaba KFC untuk Indonesi. Perseroan
mengawali operasi restoran pertamanya pada bulan oktober 1979 di jalan Melawai,
Jakarta, dan telah memperoleh sukses. Kesuksesan outlet ini kemudian diikuti
outlet-outlet selanjutnya di kota Jakarta dan perluasan area cakupan hingga ke
kota-kota besar lain di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya,
Makasar, Medan, dan Manado. Keberhasilan yang terus diraih dalam pengembangan
merk menjadikan KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan
dominan di Indonesia.
Bergabungnya Salim Group sebagai pemegang saham utama telah
meningkatkan pengembangan perseroan pada tahun 1990, dan pada tahun 1993
terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta sebagai langkah untuk semakin
mendorong pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas pada saat ini adalah
79,6% dengan pendistribusian 43,8% kepada PT Gelael pertama dari Gelael Group ,
dan 35,8% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group.
Sementara saham minoritas (20,4%)
didistribusikan kepada Publik dan koperasi.
Perseroan memperoleh hak waralab KFC
dari Yum! Restaurants Internasional (YRI), sebuah badan usaha milik Yum! Brands
inc, yaitu sebuah perusahhan public di Amerika serikat yang juga pemilik
waralaba dari empat merek ternama
lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, san Long Jhon Silvers, lima merek
yang bernaung dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan Yum!
Group sebagi fast Food chain terbesar dan terbaik di dunia dalam
memberikan pilihan restoran ternama,
sehingga memastikan kepemimpinannya dalam bisnis multi-branding. Untuk kategori
produk daging ayam cepat saji, KFC tak
terkalahkan.
PENGAWASAN MUTU
Selama tahun 2012,
Departemen QA menjadi koordinator dalam audit Sistem Jaminan Halal (SJH). Pada
29 Maret 2012 Perseroan mendapatkan Status Sistem Jaminan Halal dengan nilai
“A” untuk kedua kalinya. Dukungan manajemen yang besar terhadap kelanjutan
status halal restoran menjadi nilai tambah KFC Indonesia di tengah persaingan
industri restoran cepat saji yang semakin pesat.
Saat ini Perseroan sedang
melakukan proses perpanjangan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI yang akan
berakhir pada 8 Februari 2013. Sertifikat Halal telah dimiliki oleh Perseroan
sejak tahun 1995. Sosialisasi SJH telah dilakukan di Jakarta maupun di daerah
oleh Departemen QA agar seluruh pihak terkait seperti R&D, Purchasing,
Logistic, dan Operation memiliki kesamaan pemahaman tentang Sistem Jaminan
Halal.
PENGAWASAN KUALITAS BAHAN BAKU GUDANG
Pada awal tahun 2012, Departemen QA
bersama Gudang Logistik fokus dalam pengembangan kualitas gudang, mengadakan
pelatihan dan rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Gudang secara nasional,
yang bertujuan untuk menambah pengetahuan pengelolaan gudang, dan pada akhirnya
dapat meningkatkan kualitas di semua gudang KFC Indonesia.
Proses pengawasan QA kepada Gudang
Logistik dilakukan melalui Distribution Quality Audit (DQ Audit). Secara
kuantitas jumlah gudang yang diaudit mengalami peningkatan, yaitu dari 15
gudang (2011) menjadi 17 gudang (2012).
Pada pelatihan dan rapat koordinasi
tersebut, Perseroan memberikan penghargaan kepada enam gudang terbaik secara
nasional yang mampu mengikuti standar yang ditetapkan oleh Perseroan, meliputi
perbaikan yang berkesinambungan dan termasuk dalam kategori memiliki penilaian
tertinggi. Selain itu, rata-rata hasil audit
mengalami peningkatan dari 56,65 (2011) menjadi 63,23 (2012). Di masa mendatang,
diharapkan Gudang Logistik dapat terus meningkatkan standar penyimpanan dan
pengelolaan bahan baku.
Proses pengawasan QA kembali dilakukan
kepada Angkutan Logistik di sepuluh gudang KFC secara nasional. Tujuan dari
audit ini adalah menjaga supaya bahan baku yang dikirim dari gudang ke restoran
memiliki standar mutu yang sama seperti bahan baku awalnya dan tidak mengalami
perubahan bahkan penurunan mutu selama dalam perjalanan. Untuk tahun selanjutnya,
diharapkan semakin banyak Angkutan Logistik diaudit dan mengalami peningkatan nilai
sehingga bahan baku berkualitas yang dikirim ke restoran semakin baik dari hari
ke hari.
Pengawasan gudang dan restoran KFC
Indonesia juga dilakukan oleh Yum! International secara acak. Pada bulan Juni
2012, Yum! Dallas, U.S.A. melakukan audit gudang dan restoran. Hasil audit
tersebut menunjukkan bahwa KFC Indonesia memenuhi standar yang dipersyaratkan
oleh Yum!.
KEAMANAN PEMASOKKAN PANGAN
Pengembangan staf QA terus
ditingkatkan. Pada bulan Agustus 2012, semua staf mengikuti pelatihan dan
kalibrasi yang berhubungan dengan Keamanan Pangan dan fokus dalam perbaikan
nilai eCER restoran KFC yang diselenggarakan oleh internal Departemen QA.
Tujuan dari pelatihan dan kalibrasi ini adalah supaya semua staf memiliki
pemahaman yang sama dalam melakukan audit restoran.
Proses pengawasan QA kepada pemasok
dengan “Supplier Tracking, Assessment and Recognition” (STAR Audit –
Pemantauan Pemasok, Penilaian dan Penghargaan)” masih terus dilanjutkan melalui
:
·
Food
Safety Audit (FSA
– Audit Keamanan Produk)
kepada
36 pemasok kelas A, B, dan C.
·
Quality
System Assessment (QSA
– Penilaian
Sistem Pengendalian Mutu) kepada 31
pemasok kelas A dan B.
Rata-rata hasil audit mengalami
peningkatan dari 67,50 (2011) menjadi 75,13 (2012).
Standar tinggi yang ditetapkan untuk
pemasok juga akan diseleksi dan disaring. Bagi pemasok yang biasa, mencapai
standar yang ditetapkan, akan diberikan penghargaan oleh Yum!.
Pada bulan April 2012 di Shanghai,
China, Yum! memberikan penghargaan kepada salah satu pemasok KFC Indonesia, PT
NICI (Nestle Indofood Citarasa Indonesia) yang memiliki performa bagus, baik
dalam penilaian FSA - Audit Keamanan Produk, QSA – Audit Penilaian Sistem Pengendalian
Mutu, maupun SCM.
Pemberian penghargaan kepada pemasok
diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk yang dipasok kepada Perseroan dan
meningkatkan persaingan ditingkat pemasok supaya terpacu untuk mendapatkan
penghargaan tersebut.
Perseroan dalam mempertahankan kualitas
restoran melalui QA telah melakukan eCER (electronic CHAMPS
Excellence Review) selama tahun 2012. Evaluasi tersebut dilakukan sebanyak
tiga kali perrestoran dan nilai yang dihasilkan dari setiap periode menunjukkan
peningkatan. Diharapkan rata-rata nilai terus mengalami peningkatan untuk
mencapai kepuasan pelanggan yang tuntutannya semakin tinggi
Rabu, 06 November 2013
On 06.54 by Unknown No comments
FUNGSI
MANAJEMEN PADA ORGANISASI BANK
Pada sub bab kali ini saya akan membahas tentang fungsi
manajemen perbankan, sebelum kita membahas manajemen perbankan kita harus tau
apa yang itu bank?
Pengertian bank
Bank adalah lembaga keuangan yang fungsi utamanya menyediakan jasa intermediasi dan jas keungan lainnya kepada perusahaan dan rumah tangga, dengan tujuan untuk memaksimumkan kekayaan pemilik.sedangkan menurut undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari pengertian bank tersebut tercakup fungsi dan tujuan bank itu sendiri..
Klasifikasi bank
Bank
di kalasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
v Berdasarkan segi fungsi, bank diklasifikasikan menjadi :
1.
Bank umum (komersial + syariah) : bank
yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvenssional dan atau berdasarkan
prinsip sayriah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
2. BPR yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip
syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa pada lalu lintas
pembayaran.
v Berdasarkan segi kepemilikannya, bank diklasifikasikan
menjadi :
1.
Bank pemerintah yaitu bank yang
sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pussat maupun daerah,
contoh: Bank Mandiri, BNI, BRI,BTN
2. Bank Swasta Nasional merupakan bank yang sebagian besar
modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia, contoh: Bank Danamon, CIMB
Niaga, BCA, DLL
3. Bank koperasi yaitu bank yang sebagian besar atau seluruh
modalnya dimiliki oleh perusahaan berbadan hokum koperasi, contoh: Bank Umum
Koperasi Indonesia(Bukopin)
4. Bank asing yaitu bank
yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing, baik swasta
maupun pemerintah asing, contoh: Citibank, Bank of America, Bankok Bank,dll
5. Bank campuran merupakan bank yang modalnya dimiliki swasta
nasional Indonesia dan asing, dan pada
umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta Indonesia, contoh: Bank
Capital Indonesia, Bank Mizuho Indonesia, Bank Resona Perdania., dll
v Besdasakan segi statusnya bank diklasifikasikan menjadi:
1.
Bank Devisa adalah bank yang
melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas .
2.
Bank nondevisa merupakan bank yang
tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan
dengan valas.
v Berdasarkan segi cara menentukan harga, bank
diklasifikasikan menjadi:
1.
Bank Konvenssional yaitu bank yang dalam
menentukan harganya menetapkan suatu
tingkat bunga tertentu, baik
untuk dana yang dikumpulkan maupun disalurkan.
2. Bank Syariah yaitu bank yang penentuan
harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada
prinsip-prinsip syariah.
Dari semua pengklasifikasian bank ini tidak dapat secara
kaku diterapkan saat ini, mengingat fenomena kepemilikan bank di Indonesia
pasca krisis ekonomi pada tahun 1998 sangat rumit.
Tujuan
bank
Tujuan Manajemen Bank Komersial yaitu memaksimumkan
kekayaan pemegang saham. Kekayaan pemegang saham itu sendiri diukur dengan
nilai pasar saham dan jumlah dividen
tunai yang dibayar,namun nilai pasar saham bank bergantung pada tiga factor
yaitu:
1. Jumlah arus kas yang
dibayar kepada para pemegang saham bank
2. Penentuan waktu arus kas
3. Dan yang terakhir
risiko yang terlibat dalam arus kas.
Dalam mencapao tujuannya itu , bank menghadapi sejumlah
risiko, sehingga perlu megelolanya dengan baik. Risiko-risiko tersebut adalah:
a. Risiko keredit
b. Risiko tingkat bunga
c. Risiko operasional
d. Risiko likuiditas
e. Risiko harga
f. Risiko kepatuhan
g. Risiko valas
h. Risiko strategic
i. Risiko reputasi
Dan dalam mencapai tujuannya
terdapat batasan-batasan yang dihadapi bank, diklasifikasikan menjadi :
1. Batasan-batasn pasar
, meliputi: kondisi ekonomi (tingkat pertumbuhan), dan persaingan
2. Batasan-batasan sosia: sebagai inti dari system keuangan,
bank ikut terlibat terhadap perekonomian yang sehat atas masyarakat yang
dilayaninya.
3. Batasan-batasan hukum
dan peraturan, meliputi: batasan-batasan atas komposisi neraca, dan
batasan-batasan atas hubungan konsumen.
Fungsi Bank
Fungsi yang
diemban oleh bank- bank komersial , dikelompokkan menjadi tiga menjadi tiga
macam yaitu:
1. Pembayaran yaitu
penyeleasain transaksi keungan. System pembayaran juga melibatkan penyelesain
transaksi kartu kredit, perbankan elektronik, transfer kawat dan aspek lainnya
dalam pergerakan dana.
2. Intermediasi keungan yaitu mendapatkan dana dari deposan
dan lainnya, dan kemudian meminjamkan kepada para peminjam.
3. Jasa-jasa keuangan
lain, meliputi :
a. menjalankan aktivitas OBS : aktivitas- aktivitas yang
dilakukan bank yang tidak dicatat pada neraca, tetapi aktivitas ini berpengaruh
terhadap untung atau rugi.
b. Bank menawarkan polis asuransi dan menyediakan jasa pialang
c. Bank menawarkan jasa pengolahaaan dana.
Sumber dan Alokasi Dana Bank
Mayoritas
sumber pembelanjaan bank umum adalah pinjaman jangka pendek, yang dihimpun dari
masyarakat. Secara lengkap kewajiban dan modal sendiri bank umum meliputi:
1. Giro adalah simpanan
deposan yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan menggunakan cek,
sarana perintah pembayaran lain , atau dengan pemindah bukuan.
2.Kewajiban segera lainnya yaitu kewajiban yang segera harus
dibayar
3. Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati tetapi tidak dapat ditarik
dengan cek.
4. Deposit berjangka yaitu simpanan yang penarikannya hanya
dapat dilakukan pada waktu tertentu
berdasarkan perjanjian deposan dengan baik.
5. Sertifikat deeposito
yaitu simpanan dalam bentuk deposito
6. Surat berharaga yang
diterbitkan yaitu berupa surat pengakuan utang
7. Pinjaman yang
diterima adalah dari bank sentral berupa kredit likuiditas,fasilitas, diskonto,
dan pinjaman dari bank lain.
8. Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang diperoleh bank
dari pihak terkait dengan bank
9. Ekuitas adalah modal
sendiri yang berasal dari pemilik.
Alokasi dana
yang dikumpulkan bank umum sebagian besar disalurkan sebagai pinjaman,
sedangkan sebagian lagi dalam bentuk asset-aset lain. Secara umum susunan asset
bank meliputi:
1. Kas dan giro pada BI
2. Giro pada bank lain
3. Penempatan pada bank lain
4.Surat- surat berharga
5. Kredit yang diberikan
6. Penyertaan
7. Biaya dibayar dimuka
8. Aktiva tetap
9. Aktiva sewa guna usaha
10. Aktiva lain-lain.
Aktiva- aktiva ini diurutkan berdasarkan tingkat likuiditasnya..
Sumber Pendapatan dan Pengeluaran
Pendapatan bank bersumber dari penjualan jasa-jasa , yang
digolongkan menjadi jasa-jasa:
1. Perbankan individual
2.Perbankan kelembagaan
3. Perbnakan global
Biaya yang dikelurakan oleh bank umum setiap periodenya
meliputi :
1. Biaya tenaga kerja
2.Biaya dana yang dikumpulkan
3. Biaya depresiasi atas
peralatan lunak dank eras
4. Biaya pajak
5. Biaya operasional
lainnya.
DAFTAR PUSTAKA :
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
MAKALAH “ORGANISASI KOPERASI” Di Susun Oleh : MOCHAMAD FIKI PIKHUL HIKAM PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA FAK...
-
SEJARAH KFC INDONESIA PT. fastfood Indonesia tbk. Adalah pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia. Didirikan oleh Gelael group pada ...
-
Sebelum membahas symbol symbol flowchart, saya akan menjelaskan pengertian flowchart terlebih dahulu. Flowchart adalah bagan-bagan ya...
-
PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (PT.PERTAMINA) DAFTAR ISI BAGIAN I PENDAHULUAN A. TUJUAN DAN SISTEMATIK B. TUJU...
-
COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal ...
-
Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian s...
-
CINTA TANAH AIR Apa sih Cinta tanah air itu? Dan bagaimana cara kita mencintai tanah air itu? Cinta tanah air adalah perasaan yang tim...
-
1. Memesan barang, perlengkapan dan jasa (layanan) Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesa...
-
· Pengertian Ketahanan Nasional Ketahanan nasional (tannas) adalah kondisi dinamik bangsa yang meliputi segenap aspek kehidupa...
-
Simbol masukkan merupakan symbol persiapan dari diagram flowchart. Symbol masukkan biasanya digunakan untuk memasukkan data mentah yang ...







