Blogger news

Jumat, 31 Oktober 2014

On 21.14 by Unknown   No comments
                                                                            SISTEM   


1.     Sebut dan jelaskan langkah dan pendekatan system !

Jawab:

Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem.
Langkah – langkah dalam pendekatan sistem meliputi:
a)      Analisa Sistem
 Langkah – langkahnya:
·         Penetapan sistem apa yang akan dipakai
·         Penetapan langkah langkah yang akan ditempuh
·         Pengumpulan data dan fakta tentang sistem yang dipelajari
·         Pengkajian data
·         Penyusunan deskripsi sistem
·         Pengenalan identifikasi dan perumusan masalah sistem
b)      Perancangan Sistem
 Secara konseptual dapat memecahkan masalah dengan optimal
 Langkah – langkahnya:
·         Penetapan tujuan
·         Spesifikasi beberapa alternatif, mekanisme dan prosedur, proses, feed back untuk merubah input dan output
c)      Manajemen Sistem
 Langkah – langkahnya:
·         Memebentuk TIM
·         Mempelajari sistem informasi pada saat ini
·         Menetapkan tujuan SIM
·         Evaluasi alternatif rancangan sistem informasi
·         Evaluasi alternatif perlengkapan sistem
·         Analisa biaya yang diusulkan
·         Siapkan langkah penerapan
·         Tinjauan ulang sistem informasi tiap tahun

2.     Berikan sebuah contoh system pakar ?

Jawab :
Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut
Contohnya : Diagnosis. Pengembangan sistem pakar terbesar adalah di bidang diagnosis penyakit, diagnosis kerusakan mesin kendaraan bermotor, diagnosis kerusakan komponen komputer, dan lain-lain.

3.     Sebutkan beberapa sifat pengolahan data yang membedakan dengan aplikasi lain!

Jawab :
Ada beberapa sifat pengolahan data yang membedakannya dengan aplikasi komputer lain, antara lain :
1.    Menjalankan tugas penting. Seperti dijelaskan diatas , perusahaan tidak memilih apakah ia melakukan pengolahan data atau tidak. Pengolahan data adalah aktivitas yang diperlukan.
2.    Mengikuti prosedur standar secara relative. Peraturan dan latihan yang diterima menguraikan atau menerangkan cara pengolahan data yang akan dilakukan. Organisasi dari segala jenis pada dasarnya mengolah datanya dengan cara yang sama. Perusahaan akutansi, seperti Arthur Andersen dan Price Waterhouse melakukan audit buku besar perusahaannya secara berkala untuk memastikan apakah mereka telah mengikuti prosedur yang tepat.
3.    Mendapatkan data yang lengkap. Karena record pengolahan data menggabarkan aktivitas perusahaan secara lengkap, maka ia akan menjadi alat untuk merekonstruksi kembali tindakan dan transaksi tersebut secara urut suatu saat jika record tersebut diperlukan. Kronologi semacam itu disebut dengan audit trail.
4.    Mempunyai focus historisa yang palin utama. Data yang dikumpulkan oleh sistem pengolahan data biasanya menggambarkan apa yang terjadi di masa lalu. Hal inilah yang terjadi pada suatu perusahaan yang menggunakan pengolahan batch. Dalam beberapa kasus, manajemen merasa bahwa kebutuhan record akuntansi dengan batasan menit tidak bisa menjamin iritnya pengeluaran pada sistem online. Namun demikian, sepanjang harga hardware terus turun, akan lebih banyak perusahan yang menerapkan sistem pengolahan data untuk merefleksikan aktivitas pada saat itu maupun aktivitas yang telah lalu.
5.    Memberikan informasi pemecahan masalah minimal. Sistemn pengolahan data menghasilkan beberapa output informasi untuk manajer perusahaan. Laporan akuntansi standart, seperti income statement dan balance sheet merupakan contohnya. Namun demikian output informasi bukanlah merupakan tujuan utama dari sistem pengolahan data, tidak seperti halnya dengan area aplikasi lain. Mengingat garis yang memisahkan dengan aplikasi lain seringkali bersifat tidak jelas, maka pengolahan data dapat dibedakan dengan adanya sifat diatas tersebut.




DAFTAR PUSTAKA :





Selasa, 21 Oktober 2014

On 05.40 by Unknown   No comments

TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SOFTSKILL)

1.     Dari uraian singkat mengenai definisi informasi yang anda ketahui kebutuhan informasi apa yang sangat mendasar bagi suatu perusahaan dalam mengembangkan manajemennya. Sebut dan jelaskan hal tersebut berikut contoh perusahaan yang memanfaatkan informasi tersebut !
Jawab :

Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang bermanfaat bagi penggunanya, yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi pengguna dalam pengambilan keputusan. 
Kebutuhan informasi yang sangat mendasar bagi suatu perusahaan dalam mengembangkan manajemennya yaitu dikarenakan  :

·        Kegiatan bisnis yang semakin kompleks
·        Kemampuan computer yang semakin meningkat

Contoh perusahaan yang memanfaatkan informasi tersebut iyalah perusahaan ASTRA CORPORATION.

2.     Sebut dan jabarkan lima bentuk sumber yang dikelola oleh seorang manajemen ?
Jawab :

a.  Manusia : yang mengolah data menjadi suatu informasi
b. material: merupakan salah satu sumber yang di kelola seorang manjer untuk dijadikan barang modal yang akan diproses dalam SIM.
c. . mesin :  yaitu alat pembantu manusia dalam mengelola suatu data menjadi suatu informasi atau alat pembantu manusia dalam memecahkan suatu masalah agar hasil yang di dapat menjadi lebih maksimal.
d. keungan : merupakan modal yang sangat penting yang nantinya akan digunakan untuk suatu transaksi atau aktivitas dalam membangun perusahaan tersebut.
e. informasi : termasuk data yang akan di gunakan oleh suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya.


3.     Elemen lingkungan adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan yang mempunyai pengaruh langsung/tak langsung pada perusahaan. Sebut dan jelaskan elemen-elemen lingkungan manakah yang dapat secara mudah berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan transmisi elektronik !
Jawab :

elemen-elemen lingkungan yang mudah berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan transmisi elektronik adalah :
- pelanggan
     Biasanya pelanggan akan berhubungan langsung dengan perusahaan melalui transmisi elektronik. Pada transmisi elektronik perusahaan pelanggan akan meliahat data kualitas produk, data harga produk, dan data stok produk.

- pemasok
     Perushaan dan pemasok akan saling berhubungan erat. Data yang dibutuhkan perusahaan pada pemasok yaitu : data daftar barang, data produksi, data harga jual, data keluar masuk barang , dan data kualitas barang.
Sedangkan data yang dibutuhkan pemasok pada suatu perusahhan yaitu : data profil perusahaan, data pembelian barang, dan data keuangan.
    
- pemerintah
     Hubungan perusahaan dan pemerintah sangat penting agar perushaan mengetahui data yang dibutuhkannya,  seperti : data UU Tenaga kerja, data peraturan pemerintah, dan data wajib pajak yang akan diterima oleh perusahaan.
Sedangkan yang dibutuhkan pemerintah pada perusahaan yaitu : data laporan pajak, data jumlah kariyawan, dan data kebijakan pemerintah.

- masyarakat keuangan
     Data-data yang dibutuhkan pemerintah pada masyarakat keungan yait : data tingkat suku bunga dan data prosedur kredit.
Sedangkan yang dibutuhkan masyarakat keungan pada pemerintah yaitu : data profile prusahaan, data legalitas perusahaan, data keungan perusahaan, data penjualan , data produksi.

Minggu, 11 Mei 2014

On 23.02 by Unknown   No comments
MAKALAH
“ORGANISASI KOPERASI”





Di Susun Oleh : MOCHAMAD FIKI PIKHUL HIKAM



PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
 FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala,  karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ORGANISASI KOPERASI ”. Makalah ini  diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Organisasi & Metode.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

DEPOK, 18 APRIL 2014


PENULIS







DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………………………………ii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………………………………….iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang Penulisan ………………………………………………………………………………………1
1.2   Rumusan Masalah ………………………………………………………………………………………………...1
1.3   Tujuan penulisan …………………………………………………………………………………………………..2
1.4   Metodologi Pencarian Informasi dan Penulisan …………………………………………………….2

BAB II PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN KOPERASI…………………………………………………………………………....................
1.       Prinsip koperasi…………………………………………………………………………………………………………………
2.       Jenis-jenis koperasi………………………………………………………………………………………………………….
B.      KEPEMIMPINAN DALAM KOPERASI………………………………………………………………………………………..
BAB III PENUTUP
                KESIMPULAN ……………………………………………………………………………………………………………..7
                DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………………..8
                                               








BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang.
Masyarakat merupakan sebuah organisasi yang merupakan kumpulan dari sejumlah individu yang tentunya memiliki visi dan misi yang sama dalam menjalani kehidupan, Sebelum terjun kedalam sebuah masyarakat. Koperasi adalah saka guru atau tiang utama penyangga ekonomi rakyat banyak. Saka guru akan kuat jika peran serta anggotanya benar-benar berfungsi secara aktif dan kreatif.Organisasi Koperasi merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang bisnis (ekonomi) yang pembentukkannya secara esensi didasarkan pada menolong dirisendiri melalui kesamaan (solidaritas), effort (usaha) dan individualitas, dalam menjalankan organisasi dan perusahaan Koperasi.

1.2 Rumusan masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan KOPERASI?
2.      Apa saja Prinsip Koperasi itu?
3.      Apa saja jenis-jenis koperasi itu?
4.      Bagaimana kepemimpinan koperasi?





1.3  Tujuan penulisan
2.      Ingin mengetahui pengertian dan definisi dari Koperasi.
3.      Ingin mengetahui seprti apa prinsip yang ada pada koperasi tersebut
4.      ingin mengetahui jenis-jenis koperasi
5.      Dan ingin mengetahui kepemimpinan dalam koperasi


1.4  Metodologi pencarian informasi dan penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini, dalam memperoleh data dan bahan kajian menggunakan metode tinjauan pustaka. Dimana dalam hal ini penu.is menjadikan literature-literatur, baik itu berupa buku, artiket, jurnal, dll., sebagai bahan referensi. Dan dalam penulisannya menggunakan teknik penulisan deskriptif, dimana penulis memaparkan secara gambling selulruh realita dan konsep yang berkaitan.


















BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN KOPERASI
Bagi Masyarakat Indonesia sendiri, Koperasi sudah tidak asing lagi, karena masyarakat banayak yang sudah merasakan jasa Koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat. Secara harfiah Koperasi yang berasal dari bahasa Inggris Coperation terdiri dari dua suku kataCo yang berarti bersama, Operation = bekerja. Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk kerja sama dapat disebut koperasi.
Pengertian pengertian pokok tentang Koperasi :
1)      Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
2)      Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.
3)      Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
4)      Pengawasan dilakukan oleh anggota secara demokratis.
5)      Mempunyai sifat saling tolong menolong.
6)      Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.

 1.     Prinsip Koperasi
(UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian indonesia)
a.    Keanggotaanya sukarela dan terbuka
 Yang keanggotaanya bersifat sukarela  terbuka  bagi semua orang yang bersedia mengunakan jasa jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan tanpa membedakan gender.


b.    Pengawasan oleh anggota secara Demokratis
 Anggota yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara). Pada tingkatan lain koperasi juga dikelola secara demokratis.
c.     Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi
Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua tujuan seperti di bawah ini :
                  -    Mengembangkan koperasi, Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dan itu tidak dapat dibagikan.
                      -       Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan trnsaksi mereka dengan koperasi.
                                  -       Mendukung kegiatan lainnya yang disepakati dalam rapat anggota.

2.      Jenis -  Jenis Koperasi
Jenis koperasi didasrkan pada kesamaan usaha atau kepentingan ekonomi anggotanya. Dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya. Jenisnya adalah :
1.)      Koperasi Produsen.
Koperasi produsen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.


2.)      Koperasi Konsumen
Koperasi konsumen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, koperasi serba usaha (konsumen).


B.    KEPEMIMPINAN DALAM KOPERASI
"Apa kunci sukses koperasi?". Ada banyak jawaban yang bisa diberikan. Tapi saya ingin menyampaikan satu hal yang pokok, bahwa kunci sukses utama dalam sebuah koperasi ada pada kepemimpinan.
Pada tahap awal pendirian dan pengembangannya, koperasi sangat memerlukan seorang pemimpin yang mampu menjadi motor penggerak, pembina yang mengarahkan pada prinsip-prinsip koperasi yang sesungguhnya, pemberani yang mampu melakukan terobosan usaha baru bahkan untuk sesuatu yang sangat mustahil sekalipun, tegar dan konsisten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Sangat penting menempatkan kedudukan pemimpin dalam sebuah koperasi. Kepemimpinan koperasi dilakukan secara kolektif oleh pengurus. Seorang ketua dalam kepengurusan koperasi bukanlah pemimpin yang memiliki hak-hak yang lebih tinggi. Dia adalah orang pertama diantara yang sama, dan bertindak sebagai koordinator.Pada tahap selanjutnya, perlu terus dilakukan kaderisasi anggota dan pemimpin yang dapat menguatkan dan melangsungkan kehidupan koperasi

·   Untuk membangun koperasi sebagai badan usaha yang kuat, sehat dan mandiri, diperlukan Pemimpin yang :

1)      Mampu meningkatkan efektifitas organisasi dan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan kopersinya.
Organisasi yang efektif dan sehat memiliki ciri-ciri :
                       -           adanya kepercayaan,
                       -           keterbukaan,
                       -           iklim yang mendukung.
Organisasi koperasi yang efektif mampu menumbuhkan kesadaran dan kegairahan anggotanya untuk tetap setia kepaa koperasi dan berpartisipasi aktif; dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi; dan mampu melahirkan kader-kader koperasi yang berkualitas melalui pendidikan. Efektifitas dan efisiensi adalah persyaratan suksesnya organisasi koperasi.


2)     Berjiwa enterpreneur (wirausaha)
 Untuk memanfaatkan peluang, menerobos rintangan, meningkatkan efisiensi dan meningkatkan operasional bisnis, diperlukan pengurus yang berjiwa wirausaha.


3)     Menghayati aspirasi koperasi
 Untuk mengendalikan organisasi koperasi agar tetap jalan lurus atau tidak menyimpang dari ”rel koperasi”, pengurus harus mampu menghayati aspirasi koperasi.
4)     Membiasakan meningkatkan kualitas diri
 Untuk membangun koperasi, tidak hanya diperlukan dukungan keuangan dan manajemen, tapi juga dukungan keilmuan. Untuk itu, pengurus selalu dituntut untuk meningkatkan kualitas dirinya dibidang ilmu dan teknologi.
5)     Memiliki nilai-nilai dasar kepemimpinan yang kuat
 Antara lain jujur, solidaritas yang tinggi, terbuka serta bertanggung jawab.
6)     Visioner dan berorientasi ke masa depan
Mampu membangun impian mengenai bisnis di masa depan.
             7)     Mampu mewujudkan efisiensi serta menerapkan kaidah-kaidah penghematan dalam       koperasi.
 8)     Mampu mendorong kekuatan/aliansi strategik/jaringan usaha guna          memperbesar   kapasitas bisnis koperasi.
  Pemimpin koperasi yang ideal seperti tersebut di atas dapat diciptakan melalui pendidikan, pengalaman dan pembinaan yang berkesinambungan. Agar dapat mengintegrasikan keinginan-keinginan maupun  kebutuhan anggota Koperasi, memotivasi dan mengorganisir kelompok serta mengarahkan kegiatan-kegiatannya agar dapat mencapai sasaran dan organisasi Koperasi.










BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Koperasi adalah suatu organisasi yang dibentuk oleh sekelompok orang yang saling bekerja sama unuk mencapai kepentingan dan tujuan bersama. Koperasi mempunyai perinsip yaitu aggotanya harus bersifat sukarela dan terbuka bagi semua orang yang ingin menggunakan jasa-jasanya dan memerima tanggungjawab keanggotaan tanpa membeadakan gender, pengawasannya dikelolah oleh anggotanya secara demokratis, partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi.
Kunci kesuksesan pada koprasi ada pada kepemimpinan, jadi koprasi  sangat memerlukan seorang pemimpin yang mampu menjadi motor penggerak, pembina yang mengarahkan pada prinsip-prinsip koperasi yang sesungguhnya, pemberani yang mampu melakukan terobosan usaha baru bahkan untuk sesuatu yang sangat mustahil sekalipun, tegar dan konsisten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Pemimpin koperasi yang ideal seperti tersebut  dapat diciptakan melalui pendidikan, pengalaman dan pembinaan yang berkesinambungan. Agar dapat mengintegrasikan keinginan-keinginan maupun  kebutuhan anggota Koperasi, memotivasi dan mengorganisir kelompok serta mengarahkan kegiatan-kegiatannya agar dapat mencapai sasaran dan organisasi Koperasi.







DAFTAR PUSTAKA